Minggu, 15 April 2012

infak dan bersedekah solusi kesejahteraan


Kita tahu zaman sekarang ini adalah zaman globalisasi dan masuk dalam yang kata orang adalah zaman modern, namun di balik kehidupan yang serba mewah dan glamor di zaman ini masih mempunyai penyakit yang sangat tinggi, yaitu tidak ada atau lupa akan bersedekah dan berinfaq, sehingga masyarakat atas masih sangat kurang mengetahui keadaan masyarakat yang berada di perekonomian bawah, sehingga banyak orang yang kelaparan dan tingginya tingkat kemiskinan.Untuk itu sebaiknya masyarakat kita atau masing-masing orang mengetahui kehidupan orang lain atau ikut merasakan bagaimana rasanya jika menjadi oran yang kelaparan dan kemiskinan.
Dalam perjalanannya kehidupan, masing-masing pribadi masih sangat berfikiran untuk membuat dan memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau untuk melihat kesusahan orang lain.Sebenarnya jikasetiap orang tidak mempunyai keegoisan dan kematrealistis terhadap hal-hal yang berbau materil mungkin di dunia ini tidak ada yang miskin dan kelaparan lagi,namun mungkin akibat zaman yang telah berubah dan kelupaan manusia itu sendiri untuk bersedekah dan berinfaq, sehingga membuat mereka atau individual lebih memikirkan diri masing-masing ketimbang membantu sesama dalam perekonomian.
Dalam hakekatnya manusia itu diwajibkan untuk membantu satu sama lain, dalam istilah manapun membantu orang sangat penting,contohnya dalam ilmu social, diistilahkan manusia adalah makhluk social, sehingga seharusnya manusia membantu satu sama lain dalam hal apapun namun hanya yang mendapatkan kebaikan yang halal dan ridho ALLAH SWT.Dan dalam ilmu agama sangat dianjurkan dan diwajibkan setiap rang untuk membantu orang lain dalam hal kebaikan dan sesuai jalan ajaran tuhan.
Kehidupan yang tak menentu yang terjadi sekarang ini adalah salah satu factor yang membuat orang lebih memikirkan dirinya masing-masing ketimbang membantu sesama,padahal jika seandainya saja masing-masing orang mengesampingkan kegeoisannya masing-masing dan mengingat tentang perintah ALLAH SWT dan anjuran baginda NABI besar Muhammad SAW untuk bersedekah dan berinfaq, maka tidaklah mungkin jikasedikit demi sedikit atau sampai habis sekalipun orang-orang di dunia ini yang mengalami kemiskinan dan kelaparan.Dalam AL_qur’an sendiri ada bebarapa ayat yang mengatakan tentang pentingnya berinfaq dan bersedekah.
Kehidupan sekarang ini mungkin membuat masyarakat kita takut dan tidak mau untuk memikirkan kondisi dan rasa keprihatinan terhadap orang lain yang membutuhkan, padahal sudah jelas bagi kita yang mampu untuk bersedekah dan berinfaq menolong orang lain, dalam keyakinan kita dalam rukun- rukun islam zakat dan bersedekah atau yang termasuk dalam membantu orang lain telah diyakini, namun kenapa tidak ada perbuatan yang nyata untuk meyakini hal yang kita yakini tersebut?inilah kehidupan banyak misteri di dalamnya, tapi menurut saya untuk yang satu ini tidaka ada kata tidak untuk mengatasinya.
Kita tahu orang di dunia ini sangatlah tidak sedikit, lalu kenapa hal itu tidak di jadikan jawabannya, maksudnya adalah jika seandainya setiap orang memiliki perasaan keberatan jika hanya seorang diri yang yang melakukan kewajiban ini sangatlah berat, tapi jika dilakukan dengan orang-orang yang ada di dunia ini sangatlah menguntungkan dan terasa mudah.
Uang adalah kendala dalam kehidupan ini, untuk itu dengan uang ini kita dapat merubah orang-orang yang kelaparan dapat tidak lagi kelaparan, dan kemiskinan dapat di berantas.Kita ambil contoh saja di Indonesia ini, seandainya penduduknya sekitar 200juta penduduk, amatlah mungkin kemiskinan dapat diberantas dengan cara bersedekah dan berinfaq, namun kegiatan ini harus tetap istiqomah dan terus dijalankan.


Jika orang ditawarkan untuk menabung, kenapa tidak dipakai saja dengan bersedekah.dengan pendapat saya tadi juga saya berpendapat jika satu orang saja dikatagorikan bersedekah 1000 rupiah setiap hari, dan diikuti oleh orang-orang lainnya, apakah tidak mungkin kemiskinan dapat diberantas?hal ini sangatlah nyata manfaatnya untuk kehidupan di dunia.
Al-qur’an dan hadist-hadist banyak yang mengatakan untuk bersedakah, jika seandainya kita dapat memahami faedah dan manfaat dari Al-qur’an dan hadist-hadist tersebut tentu masyarakat kia bahkan di dunia tidak akan merasa kemiskinan dan kelaparan, Untuk itu kegiatan ini seharusnya di informasikan lagi lebih mendetail kepada masyarakat untuk mengerti manfaat dari bersedekah dan berinfaq, namun individunya sendiri seharusnya lebih mengerti akan manfaat ini agar dapat lebih mudah dan ikhlas dalam perbuatannya.
Seharusnya pemerintah kita mengadakan kewajiban untuk bersedekah itu sendiri, jadi agar dapat terlaksana kegiatan itu, namun dalam pelaksaannya itu sendiri yang harus diperbaiki, sebab jika dilihat dalam pelaksanaanya hasil dari infaq dan sedekahnya kurang optimal, mungkin kegiatan ini harusnya dibagikan langsung kepada yang membutuhkan dan tidak ada pemotongan.
Pemerintah bukan pelaku utama yang melaksanakan kegiatan ini, namun kita semua yang hidup dan ingin mewujudkan agar terlaksananya kegiatan ini ikut serta dalam kegiatannya dan berperan aktif dalam penyalurannya.
Dilihat dari orang yang menerima sedekah dan infaqnya sendiri sangat banyak, untuk itu kegiatannya seharusnya dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 7hari di tempat yang berbeda dalam satu kecamatan.Tetapi orang yang menerima bantuan tersebut juga diwajibkan untuk membayar sedekah itu demi tetap terlaksananya program kegiatan itu.Apalah arti uang seribu demi untuk membantu sesama dan tidak mungkin juga memberatkan terhadap orang yang mendapatkan sedekahnya itu sendiri.


Manfaat dari berinfaq dan bersedekah ini sangat besar, jadi sangat pentng untuk melakukan program ini,tapi dalam praktiknya banyak yang mengatas namakan orang-orang dan lembaga bantuan yang menerima sedekah, sehingga membuat program ini tidak berjalan baik jika dipikir.Untuk itu seharusnya dalam bersedekah dan berinfaq atau untuk menampung bantuan baik yang bersifat uang ataupun obat-obatan seharusnya dilakukan terhadap satu lembaga saja yang berhak menerima dan menyalurkan sehingga tidak ada penyaluran yang melenceng dalam tujuan utama, yaitu memberantas kemiskinan.
Sifat untuk berfoya-foya atau keegoisan individu dalam kehidupan seharusnya sedikit demi sedikit dihilangkan demi untuk melaksanakan program tersebut.dan jika hal bersedekah dan berinfaq ada dalam setiap benak manusia dan dilaksanakan tidak hanya di Indonesia maka tidak ada yang miskin dan kelaparan lagi.Untuk itu kegiatan kebajikan ini hendaknya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan tidak adanya tindak korupsi di dalamnya sehingga dapat mewujudkan program ini.
Dalam kesulitan dan kendala menghadapinya mungkin telah saya jelaskan dan juga memberikan pendapat dalam penanganannya, untuk itu dlam manfaatnya juga sangat banyak, yaitu dari segi kehidupan kemiskinan dapat hilang dan dari individunya sendiri mungkin sifat-sifat buruk hilang satu demi satu         dan memiliki sifat pemberi dan saling membantu.
            Dalam islam sendiri telah di informasikan bahwa 5% dari harta kita adalah hak dari orang yang tidak mampu, untuk itu jika pikiran itu ada dalam benak masing-masing individu maka walaupun mereka sendiri tidak memiliki uang atau hanya mempunyai uang 5000 rupiah dan tetap melakukan sedekah 5% dari uangnya tersebut orang itu tidak hanya mendapatkan ganti rugi dari pemerintah dari hasil terkumpulnya sedekah-sedekah dan infaq itu sendiri, namun juga akan diberikan ganjaran dari ALLAH SWT untuk pahala dari perbuatannya.
           


Kegiatan bersedekah dan berinfaq adalah kegiatan kecil, namun jika hal kecil dilakukan terus menerus dan banyak orang yang ikut dalam perbuatan itu maka kegiatan itu akan terasa mudah dan tidak terasa, seperti dalam peribahasa juga yang mengartikan bahwa hal kecil jika dilakukan secara terus menerus akan menjadi suatu yang besar, untuk itu kegiatan sedekah sebenarnya bukan suatu kegiatan besar dan tidak pula perlu mengeluarkan biaya besar, jika dalam agama saja diibaratkan hanya 5% dari harta kita jadi untuk apa kita membingungkannya dan takut untuk melakukan hal tersebut, hasilnya sendiri juga dapat kita rasakan bersama.
            Pajak mungkin sesuatu yang hamper mirip dengan bersedekah dan berinfaq, namun jika saya tadi mengetakan bahwa harus diwajibkan bersedekah dan berinfaq bukan berarti sama halnya dengan pajak, jika pajak itu sifatnya lebih wajib dan jumlah uangnya sendiri besar dan penggunaanya untuk infrastruktur, beda dengan bersedekah dan berinfaq yang jika saya berpendapat untuk mewajibkan, tapi jumlahnya tidak sama besar dengan pajak, dan penggunannya itu sendiri lebih diutamakan dengan langsung kepada orang yang membutuhkan dan tidak dengan lewat infrastruktur.
            Jadi, pendapat saya adalah dari materi bersedekah dan berinfaq, seharusnya kita memberlakukan system berinfaq dan bersedekah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, jika dilihat dari kenyataannya manfaat dari bersedekah sangat bermanfaat dan kita juga mendapat pahala karena telah menjalankan kewajiban kita dan mendapatkan pula pahala oleh ALLAH SWT.Amien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar